Showing posts with label motivasi dan renungan. Show all posts
Showing posts with label motivasi dan renungan. Show all posts

Dahsyatnya Sedekah di Bulan Ramadhan


Salah satu sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi teladan untuk lebih bersemangat dalam bersedekah di bulan Ramadhan adalah karena bersedekah di bulan ini lebih dahsyat dibanding sedekah di bulan lainnya. Diantara keutamaan sedekah di bulan Ramadhan adalah:

1. Puasa digabungkan dengan sedekah dan shalat malam sama dengan jaminan surga.

Puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah yang agung, bahkan pahala puasa tidak terbatas kelipatannya. Sebagaimana dikabarkan dalam sebuah hadits qudsi:

كل عمل ابن آدم له الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف قال عز و جل : إلا الصيام فإنه لي و أنا الذي أجزي به

“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR. Muslim no.1151)

Dan sedekah, telah kita ketahui keutamaannya. Kemudian shalat malam, juga merupakan ibadah yang agung, jika didirikan di bulan Ramadhan dapat menjadi penghapus dosa-dosa yang telah lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه

“Orang yang shalat malam karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no.37, 2009, Muslim, no. 759)

Ketiga amalan yang agung ini terkumpul di bulan Ramadhan dan jika semuanya dikerjakan balasannya adalah jaminan surga. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إن في الجنة غرفا يرى ظاهرها من باطنها وباطنها من ظاهرها أعدها الله لمن ألان الكلام وأطعم الطعام وتابع الصيام وصلى بالليل والناس نيام

“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah makanan, berpuasa, dan shalat dikala kebanyakan manusia tidur.” (HR. At Tirmidzi no.1984, Ibnu Hibban di Al Majruhin 1/317, dihasankan Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/47, dihasankan Al Albani di Shahih At Targhib, 946)

2. Mendapatkan tambahan pahala puasa dari orang lain.

Kita telah mengetahui betapa besarnya pahala puasa Ramadhan. Bayangkan jika kita bisa menambah pahala puasa kita dengan pahala puasa orang lain, maka pahala yang kita raih lebih berlipat lagi. Subhanallah! Dan ini bisa terjadi dengan sedekah, yaitu dengan memberikan hidangan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من فطر صائما كان له مثل أجره ، غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا

“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)

Padahal hidangan berbuka puasa sudah cukup dengan tiga butir kurma atau bahkan hanya segelas air, sesuatu yang mudah dan murah untuk diberikan kepada orang lain.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبات قبل أن يصلي فإن لم تكن رطبات فعلى تمرات فإن لم تكن حسا حسوات من ماء

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan beberapa tamr (kurma kering), jika tidak ada maka dengan beberapa teguk air.” (HR. At Tirmidzi, Ahmad, Abu Daud, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi, 696)

Betapa Allah Ta’ala sangat pemurah kepada hamba-Nya dengan membuka kesempatan menuai pahala begitu lebarnya di bulan yang penuh berkah ini.

3. Bersedekah di bulan Ramadhan lebih dimudahkan.

Salah satu keutamaan bersedekah di bulan Ramadhan adalah bahwa di bulan mulia ini, setiap orang lebih dimudahkan untuk berbuat amalan kebaikan, termasuk sedekah. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya manusia mudah terpedaya godaan setan yang senantiasa mengajak manusia meninggalkan kebaikan, setan berkata:

فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

“Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” (Qs. Al A’raf: 16)

Sehingga manusia enggan dan berat untuk beramal. Namun di bulan Ramadhan ini Allah mudahkan hamba-Nya untuk berbuat kebaikan, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة ، وغلقت أبواب النار ، وصفدت الشياطين

“Jika datang bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari no.3277, Muslim no. 1079)

Dan pada realitanya kita melihat sendiri betapa suasana Ramadhan begitu berbedanya dengan bulan lain. Orang-orang bersemangat melakukan amalan kebaikan yang biasanya tidak ia lakukan di bulan-bulan lainnya. Subhanallah.

Adapun mengenai apa yang diyakini oleh sebagian orang, bahwa setiap amalan sunnah kebaikan di bulan Ramadhan diganjar pahala sebagaimana amalan wajib, dan amalan wajib diganjar dengan 70 kali lipat pahala ibadah wajib diluar bulan Ramadhan, keyakinan ini tidaklah benar. Karena yang mendasari keyakinan ini adalah hadits yang lemah, yaitu hadits:

يا أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم ، شهر فيه ليلة خير من ألف شهر ، جعل الله صيامه فريضة ، و قيام ليله تطوعا ، و من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه ، و من أدى فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه ، و هو شهر الصبر و الصبر ثوابه الجنة ، و شهر المواساة ، و شهر يزاد فيه رزق المؤمن ، و من فطر فيه صائما كان مغفرة لذنوبه ، و عتق رقبته من النار ، و كان له مثل أجره من غير أن ينتقص من أجره شيء قالوا : يا رسول الله ليس كلنا يجد ما يفطر الصائم ، قال : يعطي الله هذا الثواب من فطر صائما على مذقة لبن ، أو تمرة ، أو شربة من ماء ، و من أشبع صائما سقاه الله من الحوض شربة لايظمأ حتى يدخل الجنة ، و هو شهر أوله رحمة و وسطه مغفرة و آخره عتق من النار ،

“Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari 1000 bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu’). Barangsiapa (pada bulan itu) mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan, ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu balasannya surga. Ia (juga) bulan tolong-menolong, di mana di dalamnya rezki seorang Mukmin bertambah (ditambah). Barangsiapa (pada bulan itu) memberikan buka kepada seorang yang berpuasa, maka itu menjadi maghfirah (pengampunan) atas dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka dan ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa (itu) sedikitpun.” Kemudian para Sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kita memiliki makanan untuk diberikan sebagai buka orang yang berpuasa.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan buka dari sebutir kurma, atau satu teguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Hakim, Ibnu Khuzaimah (no. 1887) dan Al Ash-habani dalam At Targhib (178). Hadits ini didhaifkan oleh para pakar hadits seperti Al Mundziri dalam Targhib Wat Tarhib (2/115), juga oleh Dhiya Al Maqdisi di Sunan Al Hakim (3/400), bahkan dikatakan oleh Al Albani hadits ini Munkar, dalam Silsilah Adh Dhaifah (871).

Ringkasnya, walaupun tidak terdapat kelipatan pahala 70 kali lipat pahala ibadah wajib di luar bulan Ramadhan, pada asalnya setiap amal kebaikan, baik di luar maupun di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan oleh Allah 10 sampai 700 kali lipat. Berdasarkan hadits:

‏إن الله كتب الحسنات والسيئات ثم بين ذلك فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله له عنده حسنة كاملة فإن هو هم بها فعملها كتبها الله له عنده عشر حسنات إلى سبع مائة ضعف إلى أضعاف كثيرة

“Sesungguhnya Allah mencatat setiap amal kebaikan dan amal keburukan.” Kemudian Rasulullah menjelaskan: “Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna. Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.” (HR. Muslim no.1955)

Oleh karena itu, orang yang bersedekah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat karena sedekah adalah amal kebaikan, kemudian berdasarkan Al A’raf ayat 16 khusus amalan sedekah dilipatkan-gandakan lagi sesuai kehendak Allah. Kemudian ditambah lagi mendapatkan berbagai keutamaan sedekah. Lalu jika ia mengiringi amalan sedekahnya dengan puasa dengan shalat malam, maka diberi baginya jaminan surga. Kemudian jika ia tidak terlupa untuk bersedekah memberi hidangan berbuka puasa bagi bagi orang yang berpuasa, maka pahala yang sudah dilipatgandakan tadi ditambah lagi dengan pahala orang yang diberi sedekah. Jika orang yang diberi hidangan berbuka puasa lebih dari satu maka pahala yang didapat lebih berlipat lagi.

Subhanallah…

Ayo jangan tunda lagi…

***

Penulis: Yulian Purnama
Artikel www.muslim.or.id

H1N1 DAN TANAH

Wabak influenza (H1N1) iaitu lebih dikenali dengan nama selsema babi kini dirasakan bakal mengancam kesihatan manusia sedunia. Semua pintu sempadan negara diletakkan dalam keadaan berjaga-jaga dari kedatangan pelancung maupun mereka yang baru pulang dari negara-negara berkenaan.


Namun apa jua situasi yang berlaku, masyarakat kita masih lagi tidak mahu akur dengan larangan yang telah ditentukan Allah di dalam Al- Quran. Pengharaman babi yang terdapat di dalam Al-quran dahulu dipersendakan kini menjadi isu keselamatan negara dan dunia. Virus deman selsema babi akan terus membunuh sesiapa sahaja sekalipun melalui percakapan dengan pembawanya.


Sebagai seorang herbalis Muslim mari kita kembali kepada pengubatan Islam dimana hukum “samak” digunakan. Najis babi dibersihkan dengan tujuh kali basuhan dan sekali dengan air tanah. Pastikan tubuh sentiasa bersih dengan persekitaran sehinggakan tidak memberi ruang virus berkembang. Antibodi yang terbaik adalah dari tanah. Herba organik tumbuh daripada tanah. Sabun tanah liat juga dari tanah dan kini HPA mengeluarkan serbuk tanah liat putih bagi pelbagai kegunaan:-

1. Untuk bertayamum - untuk pesakit menggantikan air
2. Untuk menyamak -
3. Sakit kulit ekzema - campur dengan air dan sapukan di kulit
4. Demam panas - sama spt di atas dan disapu di bahagian kepala
5. Ketagihan dadah - minum


Saya amat yakin kalaulah ada ubatan bagi virus babi ini pasti ada dalam tanah. InsyaAllah.


Sumber : JawiHerbShop

Menjaga Kepercayaan

kepercayaan1-didin

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu Mengetahui.” (Al-Anfal: 27)

Ayat ini menyebutkan prioriti tingkatan amanah yang harus ditunaikan oleh setiap orang yang beriman; amanah Allah, amanah Rasul-Nya dan amanah antara sesama orang beriman.

Yang menarik dari redaksi ayat ini adalah bahawa perintah menjaga amanah langsung menyebutkan lawan dari amanah yaitu khianat. Sehingga kata kunci dari ayat ini lebih tertuju kepada larangan mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman.

Secara redaksi juga, ayat ini tidak menyertakan kata (لا) pada amanat manusia seperti yang tersebut pada amanat Allah dan Rasul-Nya menurut Ar-Razi bahawa ini merupakan jawapan atas pengabaian amanat Allah dan Rasul-Nya. Ertinya, jika kita mengkhianati amanat Allah dan Rasul-Nya maka kita bererti telah mengkhianati amanat di antara kita sendiri. Dalam kata lain, menjaga kepercayaan Allah dan Rasul-Nya merupakan benteng yang paling kukuh agar seseorang mampu menjaga kepercayaan sesamanya.

Lebih ketara lagi bahawa ayat ini diawali dengan seruan kepada orang-orang yang beriman yang seharusnya menjadi contoh bagi umat yang lain dalam hal menjaga kepercayaan. Karena Rasul sendiri mengisyaratkan dalam haditsnya bahawa keimananan seseorang masih perlu dibuktikan dengan ujian menjaga kepercayaan. Bahkan seseorang dicop tidak beriman manakala tidak mampu menjaga amanat. Rasulullah saw. bersabda:

لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَه

“Tidak ada iman bagi yang tidak ada amanat padanya (menjaga amanat) dan tidak ada agama bagi yang tidak ada janjinya baginya (memenuhi janji).” (H.R. Imam Ahmad)

Bahkan menurut kesaksian Anas bin Malik ra. sebagai perawi hadits ini bahawa Rasulullah tidak pernah berkhutbah melainkan menyertakan hadits tentang ketiadaan iman bagi yang tidak menjalankan amanat.

Pengkhianatan amanat dalam beragam bentuknya merupakan hal yang terlarang dan sangat dibenci oleh siapapun. Menurut Zamakhsyari, khianat secara bahasa bererti An-Nuqshan (kurang), sedangkan anonimnya amanat diertikan dengan At-Tamam (sempurna). Ini bererti segala bentuk amanat agar tidak termasuk mengkhianatinya haruslah dilaksanakan dengan sempurna dan sesuai dengan tuntunan dan tuntutan sang pemberi amanat. Jika dilaksanakan dengan sekadarnya, cenderung asal-asalan dan tidak bersungguh-sungguh meskipun ia telah menjalankannya, maka tetap saja berlaku istilah khianat untuknya berdasarkan makna bahasa yang cukup tajam ini.

Pengurutan amanat yang Allah sebutkan di ayat ini bukan sekadar untuk memenuhi syarat keindahan bahasa dan redaksi Al-Qur’an, lebih dari itu tentu, pengurutan ini memberi penjelasan bahawa amanat Allah dan Rasul-Nya adalah yang paling tinggi, besar dan berat tanggungjawab dan kesannya. Dapat dikatakan seseorang yang mampu menjaga amanat Allah dan Rasul-Nya, pastinya ia akan mampu juga menjaga kepercayaan sesamanya. Namun jika tidak, tentu sangat berat baginya untuk melaksanakan kepercayaan manusia karena kepercayaan Allah dan Rasul-Nya sendiri yang lebih tinggi nilai dan kepentingannya sangat mudah ia abaikan.

Dalam konteks menjaga kepercayaan Allah, Ibnu Katsir memaknainya dengan menjaga kewajipan yang diperintahkannya dengan sebaik-baiknya. Seseorang yang mampu menjaga shalatnya, puasanya, zakatnya, baktinya dan ibadah yang lainnya maka ia tentu akan dipercaya untuk menjalankan amanat yang lainnya. Namun jika seseorang tidak mampu menjalankan kepercayaan pada satu jenis ibadah, jangan harap ia akan mendapat kepercayaan Allah untuk menjalankan ibadah yang lainnya. Dengan demikian, berusaha menjalankan seluruh kewajiban Allah dengan sebaik-baiknya tanpa terkecuali merupakan bukti bahawa ia layak mendapat kepercayaan Allah pada seluruh aturan dan syariat-Nya. Dan berbahagialah ia dengan penghargaan tersebut. Namun jika sebaliknya, maka tidak akan mungkin Allah akan memberikan kepercayaan untuk menjalankan syariat-Nya di muka bumi ini.

Menjaga kepercayaan Rasul adalah dengan menjalankan sunnah-sunnahnya secara komprehensif dalam seluruh kehidupan nyata Rasulullah; dalam beribadah, dalam berdakwah, menjaga amanat keluarga, masyarakat dan menjalankan amanat kepemimpinan umat. Seluruhnya akan menjadi barometer apakah kita termasuk yang mampu menjaga kepercayaan Rasulullah saw. pasca kewafatan baginda. Justru komprehensifnya kehidupan Rasul yang telah ditentukan oleh Allah adalah pertanda bahawa sunnahnya memang mencakupi seluruh kehidupan manusia, tidak dibatasi pada wilayah ibadah mahdhah dan sebagainya.

Bangsa yang majoriti muslim ini sedang diuji dengan ujian kepercayaan. Sejauh mana mereka lulus dan baik menjalankannya, akan semakin besar perlindungan dan rahmat Allah terhadap bangsa ini. Tentu masih terbuka bagi kita untuk terus mengintrospeksi dan mengevaluasi tingkat ‘kepercayaan’ kita di mata Allah, Rasul-Nya dan masyarakat secara umum. Sebelum terjadi hal yang lebih buruk lagi di bangsa ini, sebelum segalanya terjadi seperti yang diprediksikan oleh Rasulullah saw: “Jika amanat diabaikan maka tunggulah kehancurannya.” (H.R. Bukhari).

Sungguh setiap kita, sebagai apapun terutama sebagai orang yang beriman seharusnya senantiasa memperhatikan aspek kepercayaan ini dengan sepenuh hati sehingga keimanan kita benar-benar dapat dipercayai dan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah swt. Allahu a’lam

Diterjemah dari: http://www.dakwatuna.com/2010/menjaga-kepercayaan/

Fakta Tentang Burung Cendrawasih


Cendrawasih Elok

Cendrawasih elok adalah sejenis burung khas daerah Papua, Indonesia. Spesies ini ditemukan di daerah ketinggian pegunungan Jayawijaya pada ketinggian 2.700 sampai 4.000 meter. Spesies ini mirip gagak dengan gelambir mata kuning mencolok dan bercak oker terang di sayap yang mencolok ketika terbang serta bersuara terus-menerus (deskripsi suara: dua nada penghubung jeet jeet diulang cepat; juga peer diulang).

Spesies ini biasanya berpasangan, mudah ditemukan berdasarkan suaranya yang terus-menerus, bertengger di belukan pepohonan di tepi hutan, makan buah, monogami.

Cendrawasih Kuning-kecil atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea minor adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 32cm, dari genus Paradisaea. Burung ini berwarna kuning dan coklat, berparuh abu-abu kebiruan dan mempunyai iris mata berwarna kuning. Burung jantan dewasa memiliki bulu di sekitar leher berwarna hijau zamrud mengkilap, pada bagian sisi perut terdapat bulu-bulu hiasan yang panjang berwarna dasar kuning dan putih pada bagian luarnya. Di ekornya terdapat dua buah tali ekor berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, memiliki kepala berwarna coklat tua, dada berwarna putih dan tanpa dihiasi bulu-bulu hiasan.

Cendrawasih Kuning Kecil

Populasi Cendrawasih Kuning-kecil tersebar di hutan Irian Jaya dan Papua Nugini. Burung ini juga ditemukan di pulau Misool, provinsi Irian Jaya Barat dan di pulau Yapen, provinsi Papua.
Cendrawasih Kuning-kecil adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Cendrawasih Kuning-kecil terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

Cendrawasih Raggiana

Cendrawasih Raggiana atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea raggiana adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 34cm, dari genus Paradisaea. Burung ini berwarna kuning dan coklat, berparuh abu-abu kebiruan, mulut merah muda, iris mata berwarna kuning dan kaki berwarna abu-abu coklat keunguan.
Burung jantan dewasa memiliki bulu-bulu hiasan beraneka warna merah, jingga dan warna campuran antara merah-jingga pada bagian sisi perutnya, tenggorokan berwarna hijau zamrud gelap, bulu bagian dada berwarna coklat tua dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat dan tidak punya bulu-bulu hiasan.
Daerah sebaran Cendrawasih Raggiana terdapat di hutan hujan tropis, hutan dataran rendah, perbukitan dan pegunungan pulau Irian bagian selatan, dari permukaan laut sampai ketinggian 1.500 meter.

Cendrawasih Raggiana adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina biasanya menetaskan dua butir telur berwarna merah muda dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Cendrawasih Raggiana terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

Cendrawasih Merah

Cendrawasih Merah atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea rubra adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 33cm, dari marga Paradisaea. Burung ini berwarna kuning dan coklat, dan berparuh kuning. Burung jantan dewasa berukuran sekitar 72cm yang termasuk bulu-bulu hiasan berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya, bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat tua dan tidak punya bulu-bulu hiasan.
Endemik Indonesia, Cendrawasih Merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.

Cendrawasih Merah adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Cendrawasih Merah terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung burung Cendrawasih ini ditemukan sangat terbatas, Cendrawasih Merah dievaluasikan sebagai beresiko hampir terancam di dalam IUCN Red List. Burung ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.

http://poedjiblog.blogspot.com/2007_12_17_archive.html

Burung cendrawasih



Burung cendrawasih yang menjadi mitos dan mistik pada penduduk Irian kini menjadi burung antik yang mahal di pasaran.Burung jantan biasanya mempunyai bulu halus dan terindah d bandingkan dengan burung lain.oleh kerana ingin menjaga bulunya,burung ini akan membuat pintu keluar yang lain.Tubuhnya mempunyai tulang seperti dawai panjang. //@pengasas perubatan jawi dari Fak Fak, Irian Jaya

sumber : http://jawiherbshop.blogspot.com/

HIV



Pelbagai usaha dilakukan untuk mencari ubatan HIV telah dilakukan di seluruh dunia. Tiba-tiba kita digegar oleh penemuan seorang ulamak dari Yaman.(Shiekh Abdul Majid) Walaupun ianya dipertikaikan namun mereka boleh membuktikan ratusan patien yang sembuh dengan perubatan mereka. Syukur. Rahsia ini menjadi kajian di barat sehinggakan mereka sangat cemburu dengan penemuan ulamak Islam dari negara tersebut.

Di negara kita pula ,banyak juga kita mendengar ada klinik yang mampu mengubati penyakit HIV dan ada pula yang dijatuhkan hukuman di mahkamah kerana dakwaan mereka itu. Kenapa isu HIV sangat sensitif? dimana ada masalah disitu ada peluang.....sesiapa yang menjumpai ubatannya akan sangat terkenal didunia pengubatan dan penjualan ubatan tersebut juga menjadi besar.

Shiekh Abdul Majid melakukan perubatan dengan kaedah ilahiah dan alamiah dan dia sanggup buktikan keimanan yang benar akan menjadi jalan di ijabahnya doa oleh Allah swt. Perubatan Jawi juga percaya hal yang sama dan kini sedang membuka peluang kepada mereka yang menghidapi gejala HIV tetapi bukan penagih dadah untuk diterapi dengan herba. Kita tidak mendakwa menyatakan kita menemui ubatannya tetapi kita akan buktikan kepada 10 orang pesakit HIV dengan testimoni kesembuhannya.

Berapakah % keyakinan akan sembuh dengan herba ini? jika anda bertanya bagitu pada saya maka saat ini saya ingin menyatakan bahawa saya mempunyai keyakinan 100% sembuh dengan Izin Allah. Mudah-mudahan saya juga akan menjadi seperti shiekh Abdul Majid yang menemui penawar HIV tetapi bukan kerana wang tapi kerana sebuah perjuangan. Amin.

sumber : http://jawiherbshop.blogspot.com/

Menjadi Tangan Yang Di Atas


Jika anda diberi dua pilihan sama ada untuk menerima seribu ringgit daripada seorang hartawan atau anda mendermakan sejumlah wang anda kepada fakir miskin, manakah yang anda pilih ? Tentu ramai yang memilih untuk menerima wang seribu ringgit. Apatah lagi di waktu persekolah yang akan bermula tidak lama lagi. Buku, baju dan yuran anak - anak cukup untuk memeningkan kepala ibubapa. Belum lagi dengan bayaran tuisyen terutama yang akan menduduki peperiksaan penting.

Tapi seramai mana yang memilih untuk memberi sekali gus menjadi tangan yang di atas? Dari mata kasar, memberi bermakna mengurangkan jumlah yang kita miliki. Oh mana cukup lagi kalau dah diberi kepada orang lain ? Betul tu. Hakikatnya adalah seperti itu. Tapi jauh di sisi Allah, tangan-tangan yang memberi akan mendapat kembali apa yang diberikan kepada mereka yang memerlukan bahkan pulangannya cukup lumayan, ganjaran di dunia dan akhirat. Maha suci Allah yang memiliki segala kekayaan, dan Dia berhak memberi kekayaan tersebut kepada sesiapa yang Dia kehendaki.

Aid Qarni dalam bukunya berjudul Potret Hidup Insan Beriman menukilkan sebuah kisah benar tentang seorang lelaki yang koma dan dijangka tiada harapan untuk sembuh. Setiap hari, isteri dan anak lelakinya akan datang pagi dan petang untuk menjenguknya di hospital. Penuh ketulusan dan pengharapan, sehingga pihak hospital terkejut dengan keajaiban yang terjadi pada suatu pagi. Lelaki tadi bangkit dari komanya dengan tersenyum menunggu isteri dan anak tercinta. Mereka berpelukan gembira bersaksikan air mata seluruh warga hospital. Tentu sekali peristiwa tersebut menimbulkan tanda tanya kepada seluruh warga hospital termasuk anda.

Si isteri dan anak pun menceritakan bahawa setiap hari mereka akan datang menziarahi si ayah. Mereka akan pulang dan mensedekahkan sebahagian harta mereka kepada anak yatim dan mereka yang memerlukan serta meminta mereka mendoakan kesembuhan untuk si ayah sebelum menziarahinya buat kali kedua. Akhirnya, doa mereka untuk melihat si ayah menanti mereka dengan di katil hospital dengan senyuman dimakbulkan oleh Allah. Maha Suci Allah yang di tangan-Nya segala kekayaan, kesembuhan dan penyelesaian atas setiap permasalahan. Namun, kita seringkali membelakangkan Allah dalam mencari solusi terhadap setiap permasalahan kita.

Semoga terus bercita-cita untuk selalu menjadi tangan yang di atas.

Rahsia JIHAD

dakwatuna.com - Hijrah adalah kemestian. Allah swt. membangun sistem di alam ini berdasarkan pergerakan. Planet bergerak, berjalan pada orbitnya. Allah berfirman: ”Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Yasin: 38). Imam Syafii’i menggambarkan dalam sya’irnya yang sangat indah bahwa air yang tergenang akan busuk dan air yang mengalir akan bening dan jernih. Seandainya matahari berhenti di ufuk timur terus menerus, niscaya manusia akan bosan dan stres.

Benar, hijrah sebuah kemestian. Karena dalam diam tersimpan segala macam keburukan. Kenderaan yang didiamkan berhari-hari akan berkarat dan hancur. Jasad yang didudukkan terus menerus akan menghidap banyak penyakit. Itulah rahsia mengapa harus berolahraga. Syaikh Muhammad Al Ghazali berkata: ”Bahawa orang-orang yang menganggur adalah manusia yang mati. Ibarat pohonan yang tanpa buah para penganggur itu adalah manusia-manusia yang wujudnya menghabiskan keberkahan.”

Terbukanya kota Mekah adalah keberkahan hijrah. Seandainya Rasulullah saw. dan sahabat-sahabatnya tetap berdiam di kota Mekah, tidak pernah terbayang akan lahir sebuah kekuatan besar yang kemudian menyebarkan rahmat bagi seluruh alam. Sungguh berkat hijrah ke kota Madinah kekuatan baru umat Islam terbangun, yang darinya kepemimpinan Islam merambah jauh, tidak hanya melampaui kota Mekah, pun tidak hanya melampaui Jazirah Arabia, melainkan lebih dari itu melampaui Persia dan Romawi.

Ada beberapa dimensi hijrah yang harus kita wujudkan dalam hidup kita sehari-hari di era modern ini, agar kita mendapatkan keberkahan:

Pertama, dimensi personal, bahawa setiap mukmin harus selalu lebih baik kualiti keimannya dari semalam. Karenanya dalam Al-Qur’an Allah swt. selalu menggunakan kata ahsanu amala (paling baiknya amal). Maksudnya bahawa tidak seharusnya seorang mukmin masuk di lubang yang sama dua kali. Itulah sebabnya mengapa sepertiga Al-Qur’an menggambarkan peristiwa sejarah. Itu untuk menekankan betapa pentingnya belajar dari sejarah dalam membangun ketaqwaan. Dari sini kita memahami mengapa Allah swt. dalam surah Al Hasyr:18 menyandingkan perintah bertaqwa dengan perintah belajar dari sejarah: ”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Kedua, dimensi sosial, bahawa seorang mukmin tidak pantas berbuat zalim, mengambil penghasilan secara haram dan hidup bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Seorang mukmin harus segera berhijrah dari situasi sosial semacam ini. Seorang mukmin harus segera membangun budaya takaful –saling menanggung-. Itulah rahsia disyari’atkannya zakat. Bahwa di dalam harta yang kita punya, ada hak orang lain yang harus dipenuhi. Allah berfirman : ”Walladziina fii amwaalihim haqqun ma’luum (dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bahagian tertentu.”) (QS. Al Maarij: 24).

Dan ini telah terbukti dalam sejarah bahawa membangun budaya takaful akan menyelesaikan banyak penyakit sosial yang akhir-akhir ini sangat mencengkam. Terlalu tingginya angka kemiskinan dan penganggguran di tengah negeri yang kaya sumber alam, sungguh suatu pemandangan yang naif. Namun ini tentu ada sebabnya, di antaranya yang paling pokok adalah karena kezaliman dan ketidakjujuran. Dari sini jelas bahwa hijrah yang harus dibuktikan saat ini adalah komitmen untuk tidak lagi mengulangi budaya rasuah. Sebab dari budaya inilah berbagai penyakit sosial lainnya tidak dapat dihindari.

Ketiga, dimensi dakwah, bahawa seorang mukmin tidak boleh berhenti pada titik sekadar mengaku sebagai seorang mukmin secara ritual saja, melainkan harus dibuktikan dengan mengajak orang lain kepada kebaikan. Ingat bahawa syaitan siang dan malam selalu bekerja keras mengajak orang lain ke neraka. Syaitan berkomitmen untuk tidak masuk neraka sendirian.

Dari sini saatnya seorang mukmin harus bersaing dengan syaitan. Ia harus berhijrah dari sikap pasif kepada sikap produktif. Produktif dalam erti kata bekerja keras mengajak orang lain ke jalan Allah. Sebab tidak seharusnya seorang mukmin bersikap pasif. Pasifnya seorang mukmin bukan saja akan membawa banyak bakteria pelemah iman, melainkan juga membawa bencana bagi kemanusiaan.

Itulah sebabnya mengapa seorang pemikir muslim abad ini dari India Syaikh Abul Hasan Ali An-Nadwi menulis sebuah buku yang sangat terkenal dan menomental: maadzaa khasiral aalam bin khithaathil muslimiin ( betapa dahsyatnya kerugian yang dialami dunia ketika umat Islam tidak berdaya).

Ini benar, bahwa dunia ini memang memerlukan umat Islam yang berdaya. Umat Islam yang produktif. Bukan umat Islam yang pasif. Dan kini kita menyaksikan dengan mata kita, betapa kerosakan bermaharajalela melanda kemanusiaan akibat dari lemahnya umat Islam. Bandingkan dengan dulu ketika Umar Bin Khaththab dan Umar bin Abdul Aziz memimpin dunia. Inilah hijrah yang harus segara kita buktikan. Wallhu a’lam bishshawab


P/S: Ayuh, bangunlah untuk memperkasa ISLAM di mata dunia

Realiti Kehidupan

Orang Hindu tidak akan memakan daging lembu kerana beranggapan bahawa lembu itu adalah itu sembahan mereka. Tapi pernah tak anda dimarahi oleh orang yang beragama Hindu kerana anda memakan sembahan - sembahan mereka terutama pada Hari Raya Qurban ini ? Yang pasti, mereka sedaya upaya akan memastikan bahawa daging lembu dan anggota lembu yang lainnya tidak akan masuk ke kerongong mereka.

Begitu juga bagi mereka yang beragama Islam. Babi adalah haiwan kotor yang tidak mungkin akan dimakan oleh seorang pun umat Islam walau senipis manapun iman mereka. Walaupun penternakan babi adalah yang terbesar di dunia dengan keistimewaannya yang mampu membiak dengan cepat dan digunakan dalam pelbagai produk makanan dan kegunaan harian, namun kita tidak berhak untuk menghalang mereka. Kenapa ? Kerana babi itu halal bagi mereka tapi haram bagi kita.

Rata - rata makanan segera mengandungi lemak babi walaupun mungkin hanya dilabelkan dengan kod E atau tidak tertulis langsung. Cop halal yang ada terkadang tidak melambangkan status kehalalan sesuatu produk. Namun, ramai di kalangan kita yang bergelar ISLAM sekadar menutup mata dan menelan segala apa yang ada tanpa mempersoalan kesucian makanan yang dimakan atau barangan yang digunakan. Dosa dan pahala terserah kepada Allah. Tapi makanan haram akan tetap memberi impak negatif terhadap kesihatan, keberkatan hidup dan mungkin darah gaging yang berasal daripaanya dibakar di neraka kelak.
Jadi ... apa yang perlu kita lakukan ? Dengan tekad yang membulat, saya menyarankan agar kita semua kembali memastikan bahawa makanan dan barangan yang kita gunakan adalah produk muslim yang halal dan baik. Sokonglah barangan buatan Muslim walaupun mungkin harganya sedikit mahal berbanding yang biasa tapi ia menjamin kesihatan kita di dunia dan keselamatan di akhirat.

Kitalah yang pertanggungjawab untuk memastikan hanya yang HALAL dan TERBAIK sahaja yang manjadi santapan hidup kita kerana apa yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan Allah di akhirat kelak.

Meniru Untuk BERJAYA ?

Masih ingat zaman kecil - kecil dulu ? Zaman yang menyeronokkan... penuh dengan penerokaan dan peniruan. Kita berjaya berjalan hari in dengan meniru orang yang berjaya berjalan sebelum kita, kita berjaya memahami dan bertutur bahasa mereka yang berada di sekeliling kita dengan meniru apa yang kita lihat dari mereka. Kita juga berjaya dalam pelajaran dan mendapat kerja dengan meniru langkah-langkah mereka yang berjaya, bahkan mungkin lebih baik daripada mereka. Semuanya hanya melalui peniruan.

Tapi hairannya, ramai yang gagal dalam menjadi orang yang berjaya dan kaya-raya dengan melakukan bisnes MLM ! Adakah kita sudah LUPA cara-cara meniru untuk berjaya seperti mereka?

Khas untuk mereka yang ingin berjaya dalam MLM. Mulakan langkah anda dengan menentukan siapakah mereka yang berjaya yang ingin anda contohi. Kemudian, tirulah apakah yang dilakukan oleh mereka untuk berjaya seperti hari ini.

Apa yang perlu anda pegang ialah : Kejayaan bukan hadir sekelip mata, ia hadir dengan penuh kerja keras yang mengikut gerak kerja yang sebenar dengan kesabaran yang bukan sedikit. Apa yang anda citakan hari ini, pasti akan menjadi kenyataan hari esok jika anda sanggup untuk berusaha bersunguh-sungguh untuk merealisasikannya.

Islam BOLEH


Sama-sama kita hayati dan kita buktikan kebenarannya di HPA ini ... InsyaAllah